Lapas Kelas I Palembang, Siap Melaksanakan Pemilu 2019

Palembang , 15 April 2019 ,-

Dalam rangka akan diadakanya Pemilu Rabu, 17 April 2019, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang  ikut melaksanakan pemilu yang akan diadakan di Lapas Kelas I Palembang.

Dalam pemilihan umum 17 April nanti Lapas Kelas I Palembang telah mempersiapkan apa saja untuk mensukseskan pemilu meliputi : sarana dan prasarana, Petugas Keamanan, Surat Suara, dsb

Dalam pengarahannya, Kalapas Kelas I Palembang menyampaikan sikap Netralitas Antar Pegawai, maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk tidak memihak calon manapun, dan segala persiapan untuk dilaksanakan dengan baik tanpa adanya kecurangan. Kalapas Juga menyampaikan seluruh petugas pemilu 2019 untuk tepat waktu dan melaksanakan kegiatan seusai prosedur yang sudah dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sampai hari ini, persiapan untuk pemilu 2019 sudah mencapai 90 persen sehingga pelaksanaanya diharapkan nanti berjalan sesuai yang diinginkan. Sampai saat ini Lapas Kelas I Palembang menyiapkan 2 TPS (TPS 14 dan TPS 15). Meliputi TPS 14 : 276 DPT dengan 1 orang Ketua, 6 orang Anggota dan 2 orang Hansip serta  TPS 15 : 255 DPT dengan 1 orang Ketua, 6 orang Anggota dan 2 orang Hansip. (M.Arief)

Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Palembang Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj dan Doa Bersama Melalui Video Teleconference Seluruh Indonesia

PALEMBANG. Warga Binaan Pemasyarakatan( WBP) bersama dengan Petugas Lembaga pemasyarakatan kelas 1 palembang Jum’at 12 April 2019 beramai-ramai menuju Masjid AT-Taubah untuk mengikuti kegiatan Isra’ Mi’raj dan Doa bersama melalui teleconference yang langsung disiarkan dari Ditjenpas. Kegiatan ini menghadirkan Imam besar Masjid Istiqlal KH. Nazaruddin Umar, beliau dipekenankan memberikan tausiah kepada WBP dan Petugas Pemasyarakatan seluruh Indonesia, dalam kesempatannya beliau menekankan kesabaran dalam menjalani ujian di Lapas atau Rutan, “Penjara merupakan tempat untuk menebus dosa dan kesalahan kita, bukan tempat akhir dari segalanya, jalani dengan sabar dan ikhlas, belum tentu orang diluar sana lebih baik atau lebih mulia dari kita yang berada dipenjara, mungkin sebagian orang menganggap kita pendosa, tapi jangan berputus asa dari rahmat Allah SWT karena keampunan dan rahmat Allah SWT jauh lebih besar, begitu pula dengan Petugas Pemasyarakatan juga merupakan pekerjaan yang mulia karena bertujuan membina dan membimbing Warga Binaan agar menjadi lebih baik, mungkin orang-orang tidak mengenal kita didunia, tapi insyaAllah akan dikenal dilangit, “tambah beliau. (Ahmad)