layanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri 2020 / 1441 H Lapas Kelas I Palembang

layanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri 2020 untuk sementara di tiadakan karena adanya wabah covid-19 dan penerapan PSBB kota palembang

DEMI MEMUTUS RANTAI PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH, LAPAS KELAS I PALEMBANG MELAKUKAN FOGGING


Jum’at, 14 Februari 2020
.
Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin melakukan pengasapan atau fogging di dalam Lapas. Tindakan ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit Demam Berdarah.
.
Dua petugas fogging didampingi pegawai Lapas berkeliling keseluruh bagian Lapas dan melakukan pengasapan di setiap sudut ruangan. Mulai dari kantor hingga seluruh kamar hunian WBP di blok.
.
Kasi Perawatan Lapas Kelas I Palembang, Basroni, SH, M.Si mengatakan proses fogging di dalam Lapas adalah upaya untuk memutus mata rantai demam berdarah, dengan membasmi nyamuk yang telah dewasa.

KEGIATAN LANJUTAN REHABILITASI MEDIS DI LAPAS KELAS I PALEMBANG

Senin, 10 Februari 2020
.
Kegiatan lanjutan dari Rehabilitasi Medis di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Palembang diisi dengan pengarahan oleh Plt. Kalapas didampingi oleh Kabid Pembinaan dan Dokter Lapas serta Konselor dari Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI).
.
Dalam pengarahannya Bapak Giri Purbadi, Bc. IP, SH menyampaikan bahwa pentinynya rehabilitasi medis ini bagi WBP. Beliau juga menghimbau agar semua WBP yang ikut serta dapat menjalani program ini dengan kejujuran dan keseriusan. Sehingga hasil yang diinginkan dapat terwujud.
.
Saat ini para WBP yang mengikuti program rehabilitasi medis sedang menjalani kegiatan konseling yang dilakukan oleh Konselor dari IKAI.
.

Pembukaan Porsenap di Lapas Klas 1 Palembang

Palembang , Sabtu 13 April 2019 –

Dalam memperingati hari Bhakti Pemasyarkatan ke-55 tahun 2019 Lembaga pemasyrakatan Klas 1 palembang mengadakan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (Porsenap) , dalam kegiatan penuh khidmat yang rutin yang dilakukan Lapas Klas 1 Palembang setiap tahunnya ini diharapkan narapidana ikut berpatisipasi untuk menyuarakan semangat dalam berolahraga dan seni , adapun beberapa lombah yang akan diadakan selama 1 minggu meliputi lomba volly , basket , futsal , bulu tangkis , adzan , dsb.

dalam pembukaan yang dilakukan pada tanggal 13 april 2019 yang diikuti pejabat , staff , dan narapidana Lapas Klas 1 Palembang Kalapas Klas 1 , Kalapas Lapas Klas 1 Palembang Riyanto,Bc.I.P.,S.H. menyampaikan seruan “LAMETA MANTAP” yang berarti Lembaga Pemasryarakatan Klas 1 Merah Mata Palembang Maju , Aman , Nyaman , Tertib , Agamis dan Prima . Kalapas juga menambahkan melalui pekan olahraga dan seni dapat dijadikan ajang silahturahmi , mempererat persatuan , melatih sportivitas selama melaksanakan kegiatan posenap

Editor : Arief

LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 PALEMBANG ADAKAN UPACARA PEMBUKAAN PORSENI WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP)

PALEMBANG. – Lembaga pemasyarakatan kelas 1 palembang menggelar upacara pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) antar warga binaan pemasyarakatan di lapangan olahraga lapas kelas 1 palembang, Sabtu, (13/4/2019).

Pekan olahraga ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemasyarakatan Ke-55 tahun 2019 yang jatuh pada 27 April mendatang.

Upacara dipimpin oleh kepala LAPAS kelas 1 palembang, Riyanto dan diikuti seluruh pejabat struktural, petugas dan warga binaan pemasyarakatan.

Riyanto dalam sambutanya menyampaikan kompetisi olahraga merupakan sebuah ajang yang tentu harus menjunjung tinggi nilai sportifitas serta dapat dijadikan sebagai wadah mempererat tali silaturahmi.

Sehingga harmonisasi keakraban, persaudaraan antar petugas dan warga binaan tetap terjaga tanpa mengesampingkan semangat dalam berkompetisi.

“Saya  mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh petugas maupun warga binaan hingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” sebutnya.

Ia berpesan selama kegiatan berlangsung  tetap  menjaga keamanan dan ketertiban.

Kalah menang dalam sebuah kompetisi bukanlah tujuan akhir, yang terpenting adalah bagaimana menjaga sportivitas, karena sejatinya kita semua adalah pemenang.

” Selamat bertanding, dan jayalah selalu Pemasyarakatan.” Ujarnya sekaligus membuka pekan olahraga Warga Binaan Pemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT Pemasyarakatan Ke-55,” ujarnya. (Ahmad)

Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Palembang Melaksanakan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 H Di Masjid At-Taubah

PALEMBANG – Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting bagi kehidupan Nabi Muhammad dan juga umat Islam. Peristiwa ini sarat akan hikmah atau pelajaran yang dapat diambil dan sesuai dengan masa kini.

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad S.A.W 1440H/2019M dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Kelas I Palembang pada hari ini Kamis (11/4).

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Riyanto (Kalapas), Ustadz Muh. Awwab Alfatoni (Penceramah), Pejabat Struktural dan pegawai serta ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas 1 Palembang.

Dalam sambutannya Kalapas berpesan bahwa salah satu makna yang mendalam dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yaitu untuk melaksanakan perintah sholat 5 waktu. Adalah perintah Allah SWT bagi insan-insan yang beriman sebagai suatu keharusan yang wajib dilaksanakan. “Oleh karenanya mari kita tingkatkan ibadah sholat kita di masjid yang kita banggakan ini” tambahnya.

Ustadz Muh. Awwab Alfatoni menyampaikan ceramahnya bahwa perjalanan Isra Mi’raj ditempuh dalam waktu yang sangat singkat, telah diperlihatkan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Dimana jika Allah mempunyai kehendak maka semuanya tunduk dan patuh terhadap perintah kodrat dan iradat Allah SWT.

Pelaksanaan kegiatan Isra Mi’raj selalu rutin dilaksanakan di Masjid
At Taubah Lapas Kelas I Palembang , untuk peningkatan keimanan dan menjaga kebersamaan sebagai wujud program pembinaan kepribadian WBP.

Isra Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab, kalender Hijriah dan diperingati setiap tahunnya. Tahun ini, 27 Rajab jatuh pada Kamis (11/4).

Pada Isra Mi’raj Nabi Muhammad melakukan perjalanan di malam hari dari Mekkah ke Baitul Maqdis, Palestina hingga langit ke tujuh atau Sidratul Muntaha.  Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-delapan kenabian Rasulullah. 

sebelum Isra Mi’raj Nabi Muhammad mendapatkan beberapa cobaan dan dilanda kesedihan. Nabi Muhammad ditinggalkan oleh orang yang dicintainya yakni istrinya Khadijah dan orang yang selalu membelanya yakni sang paman Abu Thalib. Tahun ini bahkan dijuluki ‘amul huzni yang berarti tahun kesedihan.

Allah SWT lalu menghibur Muhammad melalui Isra Mi’raj. Perjalanan ini seolah memberi pesan bahwa setelah cobaan yang berat ada kemuliaan yang menanti. 

“Allah mencintai orang yang ikhlas. Isra Mi’raj merupakan karunia yang tidak umum, tidak semua hamba Allah mengalami perjumpaan langsung denganNya.

Saat Isra Mi’raj, Nabi Muhammad melakukan bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram, Makkah ke Masjidil Aqsha, Palestina. Dalam perjalanan ini Nabi singgah di beberapa lokasi untuk melakukan salat dua rakaat.

Setelah itu, Nabi Muhammad diangkat menuju Baitul Maqdis di langit ketujuh. Saat naik ke langit, Nabi bertemu dengan para malaikat dan nabi-nabi terdahulu. Nabi Muhammad juga menjumpai banyak peristiwa penting. 

Di antaranya, Nabi Muhammad ditawari minuman susu dan khamar. Nabi lantas memilih susu.

“Itu artinya Rasul menyukai hal yang suci, menyehatkan dan bersih.

Di tengah perjalanan ada pula panggilan setan dan iblis serta perempuan yang diibaratkan sebagai godaan dan ujian di dunia. Ada pula peristiwa saat Nabi Muhammad diperlihatkan sekelompok orang yang menggunting lidahnya sendiri. 

“Itu merupakan kelompok alim ulama atau penceramah dan juga orang yang ahli berbicara, tapi dia tidak melakukan apa yang dibicarakannya. Ini sesuai dengan konteks hari ini. Orang yang seperti itu masuk dalam golongan orang yang menggunting lidahnya sendiri.

Saat tiba di Sidratul Muntaha, Muhammad menerima perintah salat pertama kali yakni 50 waktu. Muhammad menerima perintah itu, tapi ia diperingatkan oleh nabi-nabi terdahulu untuk meminta keringanan dan memperhatikan keadaan umat. Akhirnya Nabi Muhammad meminta keringanan perintah salat menjadi lima waktu dalam sehari.

“Saat itu, Rasul masih diminta untuk kembali meminta keringanan. Tapi, beliau tetap berprinsip. Jadi, generasi sekarang pun harusnya tetap mendengarkan nasihat orang terdahulu, tetapi juga memiliki prinsip.

Selain itu, saat bertemu dengan Allah, Muhammad menunjukkan hormat dengan membaca awalan doa tahiyat. Allah lalu membalas salam itu dengan memberikan keselamatan dan rahmat kepada Muhammad. Nabi Muhammad kembali membalas dengan mengucapkan doa untuk seluruh hamba yang saleh.

“Rasul membacakan doa untuk umatnya. Artinya tidak egois, tetap memperhatikan umatnya. (Ahmad)

Jaga Jiwa dan Tubuh Sehat WBP, Lapas Palembang Adakan Kegiatan Senam WBP

PALEMBANG – Sehat merupakan salah satu nikmat dari sekian nikmat paling terindah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, jika diri kita sudah sakit maka aktivitas apapun seperti sudah tidak berarti lagi. Dalam menunjang kesehatan pada tubuh setiap manusia hal yang perlu diperhatikan antara lain pola makan, pola hidup dan olahraga yang teratur.

Salah satu olahraga yang dianjurkan untuk menciptakan tubuh yang sehat adalah senam, dengan melakukan senam dipagi hari maka tubuh kita akan terasa lebih sehat dan bugar, sehingga segala aktifitas dapat berjalan dengan baik dan nikmat

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan jiwa yang sehat dan tubuh yang bugar bagi Warga Binaan Pemasyarakatan serta menjalin silaturahmi baik antar Warga Binaan Pemasyarakatan Kelas I Palembang maupun dengan Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang dan juga sebagai sarana hiburan untuk menghilangkan rasa jenuh selama menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang. (AHM)

HARI BAKTI PEMASYARAKATAN KE-55, LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 PALEMBANG GELAR DONOR DARAH

Palembang– Petugas Pemasyarakatan Lapas kelas 1 palembang hari ini (Senin, 25/03/2019), mengikuti Kegiatan Donor Darah yang merupakan kegiatan kolaborasi lapas kelas 1 palembang dengan PMI Kota Palembang dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-55 yang bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang. Kegiatan Donor darah tersebut diikuti Seluruh Petugas Pemasyarakatan lapas kelas 1 palembang.

Darah merupakan salah satu komponen terpenting dalam tubuh manusia. Keputusan Anda untuk menyumbangkan darah melalui donor darah dapat menyelamatkan satu kehidupan, atau bahkan beberapa nyawa sekaligus. Namun, tidak hanya menguntungkan bagi penerima darah, manfaat donor darah juga bisa dirasakan bagi pendonornya.

Kegiatan donor darah ini bisa dilakukan kapan saja selagi kondisi fisik sehat dan memenuhi syarat, donor darah juga sangat baik bagi kesehatan tubuh kita serta bernilai ibadah. Darah yang sudah terkumpul dari kegiatan itu nantinya akan dipergunakan bagi masyarakat yang membutuhkan. (Ahmad)