MEDIA GATHERING “KOLABORASI DUKUNG RESOLUSI PEMASYARAKATAN TAHUN 2020”

  • Demi mensukseskan Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI melaksanakan kegiatan Teleconference Media Gathering dengan tema “Kolaborasi, Dukung Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020” bersama seluruh UPT Pemasyarakatan termasuk Lapas Kelas I Palembang.
    .
    Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kalapas sekaligus Kadiv. Pemasyarakatan, Giri Purbadi bersama jajaran dari Kanwil Sumsel, seluruh pejabat dan staf Lapas Kelas I Palembang beserta tamu undangan Insan Media (Sriwijaya Post, Palembang Expres, I-News MNC TV, Haluan Sumsel)
    .
    Dalam wawancaranya kepada awak media, Giri Purbadi menyampaikan bahwa “dengan diadakannya acara ini, diharapkan masyarakat luas tahu bahwa banyak hal baik yang telah dilaksanakan dan akan dilaksanakan oleh Lapas/Rutan melalui Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020 ini”. Semua hal yang akan dilaksanakan dalam mewujudkan Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020 ini juga perlu dukungan dari media agar citra baik Pemasyarakatan tetap terjaga, sambung Giri Purbadi diakhir wawancaranya.

Lapas Mata Merah Komitmen Berikan Pelayanan Lebih Manusiawi untuk Warga Binaan

Palembang, Sumselupdate.com – Dalam rangka mewujudkan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Mata Merah Palembang, berkomitmen memberikan pelayanan dengan cara lebih manusiawi terhadap warga binaan di lapas tersebut.

Komitmen Lapas Klas I Mata Merah Palembang tersebut sejurus dengan program nasional Ditjen PAS Kemenkumham, tentang Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan 2020.

Plt Kalapas Klas I Mata Merah Palembang, Giri Purbadi didampingi Kabid Pembinaan Maulana Luthfiyanto mengatakan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) menetapkan sejumlah resolusi di bidang pemasyarakatan.

“Untuk tahun ini salah satu resolusi Lapas Klas I Mata Merah adalah menerima predikat WBK/WBBM,” ujarnya usai gelar teleconference media gathering di Lapas Klas I Mata Merah Palembang, Kamis (27/2).

Untuk meraih predikat tersebut, kedepan pihaknya akan memberikan layanan prima dan lebih manusiawi kepada para warga binaan. Seperti dari sisi makanan harus benar-benar layak makan, kebutuhan air bersih, sanitasi dan pelayanan umum lainnya.

“Kita harus lakukan layanan umum berstandar internasional. Di lingkungan Lapas Klas I Mata Merah ini setidaknya layanan kepada warga binaan harus lebih manusiawi,” terangnya.

Untuk itu, alur pelayanan baik kepada warga binaan atau keluarga dari pada warga binaan yang akan membesuk sudah dilayani dengan baik. Proses pembuatan makanan hingga penyajian juga dikontrol oleh pihaknya agar dapat disantap dengan layak oleh warga binaan.

“Mulai dari bahan makanan hingga penyajian juga kita perbaiki. Prinsipnya, kita ingin warga binaan harus dapat pelayanan yang lebih layak,” terangnya.

Dikatakan Purbadi, menyampaikan mengenai Resolusi Pemasyarakatan 2020 untuk mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBM, pemberian hak remisi 17580 dengan program integrasi kepada warga binaan yang ada di Sumsel.

“Kita juga akan meningkatkan kualitas warga binaan menjadi SDM unggul melalui pelatihan bersertifikat kepada warga binaan mewujudkan zero over staying, penyelesaian over crowding, meningkatkan PNBP, dan beberapa resolusi lainnya, ” bebernya.

Masih kata dia, permasalahan terbesar yang ada dihadapi Lapas se Indonesia khususnya di Sumsel adalah terjadinya over kapasitas antara warga binaan dan ruang tahanan hingga 210 persen.

Dari kapasitas 6700 an orang, Lapas di Sumsel saat ini telah dihuni sampai 14786 warga binaan. Dengan jumlah over kapasitas tersebut warga binaan terpaksa berada dalam satu kamar berisikan 40-50 orang, padahal idealnya satu kamar dihuni maksimal 30 warga binaan.

Menurutnya, kendala over kapasitas ini merupakan permasalahan klasik yang tak kunjung usai. Pihak Lapas sendiri tak dapat berbuat banyak, pihaknya hanya bisa dapat menjaga situasi agar tetap aman dan mencegah terjadinya tindak kriminal di dalam lapas.

“Over kapasitas belum bisa kita atasi, kita selama ini hanya bisa mengatasi masalah keamanan. Kita bekerjasama dengan kepolisian dan BNN untuk menciptakan suasana kondusif,” terangnya.

Melalui program kolaborasi dukung resolusi pemasyarakatan 2020, pihaknya berharap revitalisasi di dalam pelayanan terhadap warga binaan dapat membangun kembali nilai-nilai permasyarakatan yang lebih layak mulai dari pelayanan umum hingga pemberian makanan terhadap terhadap warga binaan.(tra)

Sumber : https://sumselupdate.com/lapas-mata-merah-komitmen-berikan-pelayanan-lebih-manusiawi-untuk-warga-binaan/

Lapas Merah Mata Berkomitmen Berikan Pelayanan Terbaik

PALEMBANG, Mattanews.co – Untuk mewujudkan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Mata Merah Palembang, berkomitmen memberikan pelayanan dengan cara lebih manusiawi terhadap warga binaan di lapas tersebut, Kamis (27/02/2020).

Komitmen Lapas Klas I Mata Merah Palembang tersebut sejurus dengan program nasional Ditjen PAS Kemenkumham, tentang Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan 2020.

Plt Kalapas Klas I Mata Merah Palembang, Giri Purbadi didampingi Kabid Pembinaan Maulana Luthfiyanto mengatakan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) menetapkan sejumlah resolusi di bidang pemasyarakatan.

“Untuk tahun ini salah satu resolusi Lapas Klas I Mata Merah adalah menerima predikat WBK/WBBM,” terangnya usai gelar teleconference media gathering di Lapas Klas I Mata Merah Palembang.

Untuk meraih predikat tersebut, kedepan pihaknya akan memberikan layanan prima dan lebih manusiawi kepada para warga binaan. Seperti mengawasi dari sisi makanan harus benar-benar layak makan, kebutuhan air bersih, sanitasi dan pelayanan umum lainnya.

“Kita harus lakukan layanan umum berstandar internasional. Di lingkungan Lapas Klas I Mata Merah ini setidaknya layanan kepada warga binaan harus lebih manusiawi,” terangnya.

Untuk itu, alur pelayanan baik kepada warga binaan atau keluarga dari pada warga binaan yang akan membesuk sudah dilayani dengan baik. Proses pembuatan makanan hingga penyajian juga dikontrol oleh pihaknya agar dapat disantap dengan layak oleh warga binaan.

“Mulai dari bahan makanan hingga penyajian juga kita perbaiki. Prinsipnya, kita ingin warga binaan harus dapat pelayanan yang lebih layak,” terangnya.

Dikatakan Purbadi, menyampaikan mengenai Resolusi Pemasyarakatan 2020 untuk mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), pemberian hak remisi 17580 dengan program integrasi kepada warga binaan yang ada di Sumsel.

“Kita juga akan meningkatkan kualitas warga binaan menjadi SDM unggul melalui pelatihan bersertifikat kepada warga binaan mewujudkan zero over staying, penyelesaian over crowding, meningkatkan PNBP dan beberapa resolusi lainnya,” bebernya.

Purbadi menambahkan, permasalahan terbesar yang masih dihadapi di Lapas se Indonesia, khususnya di Sumsel adalah terjadinya over kapasitas antara warga binaan dan ruang tahanan hingga 210 persen.

Dari kapasitas 6700 an orang, Lapas di Sumsel saat ini telah dihuni sampai 14786 warga binaan. Dengan jumlah over kapasitas tersebut warga binaan terpaksa berada dalam satu kamar berisikan 40-50 orang, padahal idealnya satu kamar dihuni maksimal 30 warga binaan.

Menurutnya, kendala over kapasitas ini merupakan permasalahan klasik yang tak kunjung usai. Pihak Lapas sendiri tak dapat berbuat banyak, pihaknya hanya bisa dapat menjaga situasi agar tetap aman dan mencegah terjadinya tindak kriminal di dalam lapas.

“Over kapasitas belum bisa kita atasi, kita selama ini hanya bisa mengatasi masalah keamanan. Kita bekerjasama dengan kepolisian dan BNN untuk menciptakan suasana kondusif,” terangnya.

Melalui program kolaborasi dukung resolusi pemasyarakatan 2020, pihaknya berharap revitalisasi di dalam pelayanan terhadap warga binaan dapat membangun kembali nilai-nilai permasyarakatan yang lebih layak mulai dari pelayanan umum hingga pemberian makanan terhadap terhadap warga binaan.

Editor : Selfy

Sumber : http://mattanews.co/kriminal/lapas-merah-mata-berkomitmen-berikan-pelayanan-terbaik/

Berkomitmen Berikan Pelayanan Terbaik Untuk Warga Binaan Lapas Merah Mata

Palembang, Pelita Sumsel –

Untuk mewujudkan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Mata Merah Palembang, berkomitmen memberikan pelayanan dengan cara lebih manusiawi terhadap warga binaan di lapas tersebut, Kamis (27/02/2020).

Komitmen Lapas Klas I Mata Merah Palembang tersebut sejurus dengan program nasional Ditjen PAS Kemenkumham, tentang Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan 2020.

Plt Kalapas Klas I Mata Merah Palembang, Giri Purbadi didampingi Kabid Pembinaan Maulana Luthfiyanto mengatakan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) menetapkan sejumlah resolusi di bidang pemasyarakatan.

“Untuk tahun ini salah satu resolusi Lapas Klas I Mata Merah adalah menerima predikat WBK/WBBM,” terangnya usai gelar teleconference media gathering di Lapas Klas I Mata Merah Palembang.

Untuk meraih predikat tersebut, kedepan pihaknya akan memberikan layanan prima dan lebih manusiawi kepada para warga binaan. Seperti mengawasi dari sisi makanan harus benar-benar layak makan, kebutuhan air bersih,  sanitasi dan pelayanan umum lainnya.

“Kita harus lakukan layanan umum berstandar internasional. Di lingkungan Lapas Klas I Mata Merah ini setidaknya layanan kepada warga binaan harus lebih manusiawi,” terangnya.

Untuk itu, alur pelayanan baik kepada warga binaan atau keluarga dari pada warga binaan yang akan membesuk sudah dilayani dengan baik. Proses pembuatan makanan hingga penyajian juga dikontrol oleh pihaknya agar dapat disantap dengan layak oleh warga binaan.

“Mulai dari bahan makanan hingga penyajian juga kita perbaiki. Prinsipnya, kita ingin warga binaan harus dapat pelayanan yang lebih layak,” terangnya.

Dikatakan Purbadi, menyampaikan mengenai Resolusi Pemasyarakatan 2020 untuk mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), pemberian hak remisi 17580 dengan program integrasi kepada warga binaan yang ada di Sumsel.

“Kita juga akan meningkatkan kualitas warga binaan menjadi SDM unggul melalui pelatihan bersertifikat kepada warga binaan mewujudkan zero over staying, penyelesaian over crowding, meningkatkan PNBP dan beberapa resolusi lainnya,” bebernya.

Purbadi menambahkan, permasalahan terbesar yang masih dihadapi di Lapas se Indonesia,  khususnya di Sumsel adalah terjadinya over kapasitas antara warga binaan dan ruang tahanan hingga 210 persen.

Dari kapasitas 6700 an orang,  Lapas di Sumsel saat ini telah dihuni sampai 14786 warga binaan. Dengan jumlah over kapasitas tersebut warga binaan terpaksa berada dalam satu kamar berisikan 40-50 orang,  padahal idealnya satu kamar dihuni maksimal 30 warga binaan.

Menurutnya, kendala over kapasitas ini merupakan permasalahan klasik yang tak kunjung usai. Pihak Lapas sendiri tak dapat berbuat banyak,  pihaknya hanya bisa dapat menjaga situasi agar tetap aman dan mencegah terjadinya tindak kriminal di dalam lapas.

“Over kapasitas belum bisa kita atasi, kita selama ini hanya bisa mengatasi masalah keamanan. Kita bekerjasama dengan kepolisian dan BNN untuk menciptakan suasana kondusif,” terangnya.

Melalui program kolaborasi dukung resolusi pemasyarakatan 2020, pihaknya berharap revitalisasi di dalam pelayanan terhadap warga binaan dapat membangun kembali nilai-nilai permasyarakatan yang lebih layak mulai dari pelayanan umum hingga pemberian makanan terhadap terhadap warga binaan. (sel)

Sumber : https://pelitasumsel.com/2020/02/27/berkomitmen-berikan-pelayanan-terbaik-untuk-warga-binaan-lapas-merah-mata/

Resolusi Lapas Merah Mata Menuju WBK WBM

PALEMBANG, media3.id – Dalam rangka mewujudkan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Mata Merah Palembang, berkomitmen memberikan pelayanan dengan cara lebih manusiawi terhadap warga binaan di lapas tersebut.

Komitmen Lapas Klas I Mata Merah Palembang tersebut sejurus dengan program nasional Ditjen PAS Kemenkumham, tentang Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan 2020.

Plt Kalapas Klas I Mata Merah Palembang, Giri Purbadi didampingi Kabid Pembinaan Maulana Luthfiyanto mengatakan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) menetapkan sejumlah resolusi di bidang pemasyarakatan.

“Untuk tahun ini salah satu resolusi Lapas Klas I Mata Merah adalah menerima predikat WBK/WBBM,” ujarnya usai gelar teleconference media gathering di Lapas Klas I Mata Merah Palembang, Kamis (27/2).

Untuk meraih predikat tersebut, kedepan pihaknya akan memberikan layanan prima dan lebih manusiawi kepada para warga binaan. Seperti dari sisi makanan harus benar-benar layak makan, kebutuhan air bersih, sanitasi dan pelayanan umum lainnya.

“Kita harus lakukan layanan umum berstandar internasional. Di lingkungan Lapas Klas I Mata Merah ini setidaknya layanan kepada warga binaan harus lebih manusiawi,” terangnya.

Untuk itu, alur pelayanan baik kepada warga binaan atau keluarga dari pada warga binaan yang akan membesuk sudah dilayani dengan baik. Proses pembuatan makanan hingga penyajian juga dikontrol oleh pihaknya agar dapat disantap dengan layak oleh warga binaan.

“Mulai dari bahan makanan hingga penyajian juga kita perbaiki. Prinsipnya, kita ingin warga binaan harus dapat pelayanan yang lebih layak,” terangnya.

Dikatakan Purbadi, menyampaikan mengenai Resolusi Pemasyarakatan 2020 untuk mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBM, pemberian hak remisi 17580 dengan program integrasi kepada warga binaan yang ada di Sumsel.

“Kita juga akan meningkatkan kualitas warga binaan menjadi SDM unggul melalui pelatihan bersertifikat kepada warga binaan mewujudkan zero over staying, penyelesaian over crowding, meningkatkan PNBP, dan beberapa resolusi lainnya, ” bebernya.

Masih kata dia, permasalahan terbesar yang ada dihadapi Lapas se Indonesia khususnya di Sumsel adalah terjadinya over kapasitas antara warga binaan dan ruang tahanan hingga 210 persen.

Dari kapasitas 6700 an orang, Lapas di Sumsel saat ini telah dihuni sampai 14786 warga binaan. Dengan jumlah over kapasitas tersebut warga binaan terpaksa berada dalam satu kamar berisikan 40-50 orang, padahal idealnya satu kamar dihuni maksimal 30 warga binaan.

Menurutnya, kendala over kapasitas ini merupakan permasalahan klasik yang tak kunjung usai. Pihak Lapas sendiri tak dapat berbuat banyak, pihaknya hanya bisa dapat menjaga situasi agar tetap aman dan mencegah terjadinya tindak kriminal di dalam lapas.

“Over kapasitas belum bisa kita atasi, kita selama ini hanya bisa mengatasi masalah keamanan. Kita bekerjasama dengan kepolisian dan BNN untuk menciptakan suasana kondusif,” terangnya.

Melalui program kolaborasi dukung resolusi pemasyarakatan 2020, pihaknya berharap revitalisasi di dalam pelayanan terhadap warga binaan dapat membangun kembali nilai-nilai permasyarakatan yang lebih layak mulai dari pelayanan umum hingga pemberian makanan terhadap terhadap warga binaan.(Hsyah)

Sumber : http://media3.id/resolusi-lapas-merah-mata-menuju-wbk-wbm/

KUNJUNGAN STAF AHLI KEMENKUMHAM DI LAPAS KELAS I PALEMBANG

Rabu, 19 Februari 2020
.
Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga Kementerian Hukum dan HAM RI (Agus Hariadi) melaksanakan kunjungan kerja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang.
.
Kunjungan kerja Staf Ahli ini didampingi langsung oleh Kadiv. Pemasyarakatan sekaligus Plt. Kepala Lapas Kelas I Palembang (Giri Purbadi) beserta para Kepala Bidang untuk berkeliling melihat-lihat keadaan Lapas dan mengecek program kinerja apa saja yang sudah berjalan selama ini.

LAPAS KELAS I PALEMBANG GELAR SIDANG TPP

Selasa, 18 Februari 2020
.
Sidang pengusulan Pembebasan Bersyarat bertujuan untuk mengumpulkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang menurut pidanya sudah waktunya untuk pengusulan PB. Pengsulan PB sendiri disebutkan dalam Undang Undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Pasal 14 ayat (1) huruf k. Sedangkan syarat yang harus dipenuhi WBP sebelum mengajukan PB dapat dilihat dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti, Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat.
.
Pagi hari ini, 51 WBP Lapas Kelas I Palembang dipanggil untuk mengikuti Sidang Pengajuan Pembebasan Bersyarat. Ke 51 WBP ini telah memenuhi syarat pengajuan PB sesuai dengan Permen Kemenkumhan No. 3 Tahun 2018.
.
Sidang ini dipimpin oleh Kabid Pembinaan Maulauna Luthfiyanto, Amd.IP, SH selaku ketua Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Sidang ini juga diikuti oleh pejabat struktural dari Bidang Adm. Kamtib, Bidang Pembinaan dan Ka. KPLP.
.
WBP dikumpulkan di Aula Lapas Kelas I Palembang dengan tujuan untuk diberikan pengarahan seputar tugas dan tanggung jawab mereka sebagai warga binaan serta diberi wejangan mengenai sikap dan prilaku mereka selama proses pengajuan PB. .
Selain Sidang Pengajuan PB, sidang hari ini juga dirangkaikan dengan pengusulan tamping yang akan ditugaskan di dalam Lapas. Pengusulan tamping sendiri di dasarkan pada beberapa kriteria diantaranya seperti sikap WBP selama 1 tahun menjalani masa pidana, serta bagaimana tanggung jawab WBP tersebut. WBP yang diusulkan menjadi tamping adalah 4 orang diluar dari WBP yang mengikuti pengajuan PB sebanyak 51 orang. Jadi total WBP yang mengikuti sidang TPP pada hari ini adalah 55 WBP.
.
Diharapkan dengan adanya sidang ini, WBP yang telah ditunjuk dapat mempertanggung jawabkan tugas yang telah diberikan kepada mereka.

MENINGKATKAN KECINTAAN TERHADAP BANGSA DAN NEGARA, LAPAS KELAS I PALEMBANG GELAR UPACARA KESADARAN NASIONAL

Senin, 17 Februari 2020
.
Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang melaksanakan kegiatan Upacara Hari Kesadaran Nasional yaitu berupa upacara bendera yang rutin diperingati tanggal 17 setiap bulan, kegiatan diikuti oleh seluruh Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
.
Dalam upacara tersebut Giri Purbadi selaku Inspektur Upcara menyampaikan bahwa Upacara Hari Kesadaran Nasional memiliki makna yang sangat penting untuk kita semua, selain untuk memantapkan kualitas pengabdian serta meningkatkan kecintaan kepada bangsa dan negara, juga merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan kepada kita semua.

MEMASTIKAN WBP AMAN DAN TERTIB, PLT KALAPAS, MELAKUKAN KONTROL MALAM

Jum’at, 14 Februari 2020
.
Plt. Kalapas melakukan kontrol malam untuk memastikan Lapas Kelas I Palembang dalam keadaan aman dan terkendali.
.
Kontrol malam yang dilaksanakan oleh Plt. Kalapas ini didampingi langsung oleh Ka. KPLP, Perwira Piket Malam, Petugas Bantuan Jaga Malam, Komandan Jaga dan Anggota Regu Pengamanan.
.
Saat melakukan kontrol, Plt. Kalapas menyapa dan menanyakan langsung keluhan yang dihadapi para warga binaan. Plt. Kalapas juga mengecek kondisi kamar hunian warga binaan untuk memastikan mereka dalam keadaan kondusif dan tertib.

DEMI MEMUTUS RANTAI PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH, LAPAS KELAS I PALEMBANG MELAKUKAN FOGGING


Jum’at, 14 Februari 2020
.
Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin melakukan pengasapan atau fogging di dalam Lapas. Tindakan ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit Demam Berdarah.
.
Dua petugas fogging didampingi pegawai Lapas berkeliling keseluruh bagian Lapas dan melakukan pengasapan di setiap sudut ruangan. Mulai dari kantor hingga seluruh kamar hunian WBP di blok.
.
Kasi Perawatan Lapas Kelas I Palembang, Basroni, SH, M.Si mengatakan proses fogging di dalam Lapas adalah upaya untuk memutus mata rantai demam berdarah, dengan membasmi nyamuk yang telah dewasa.

1 2