Wisuda Tahfidz Al-Qur’an di Lapas Kelas I Palembang, Sudirman Ingatkan Fungsi Utama Al-Qur’an

WhatsApp Image 2019 08 15 at 16.00.111

Palembang(sumsel.kemenkumham.go.id) – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang mewisuda 23 orang Tahfidz Al-Qur’an yang merupakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Kamis (15/8).  Kegiatan yang dilaksanakan atas kerja sama dengan Yayasan Amil Zakat PT. Pupuk Sriwijaya (YAZRI) Palembang tersebut digelar di halaman Lapas Kelas I Palembang yang berlokasi di Merah Mata.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan, Sudirman D.Hury, yang didampingi oleh Kepala Divisi Adminstrasi (Indra Gunawan Begab), Kepala Divisi Pemasyarakatan (Giri Purbadi), Kepala Divisi Keimigrasian (Hendro Tri Prasetyo), serta Kepala Lapas Kelas I Palembang (Riyanto). Turut hadir pula para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Pejabat Struktural pada lingkungan Kanwil Kemenkumham Sumsel, Ketua YAZRI Palembang, Kapolsek Ilir Barat I dan Sako, dan beberapa perwakilan dari stakeholders perbankan.

Kegiatan wisuda tahfidz ini adalah salah satu pembinaan kepribadian WBP yang juga merupakan perwujudan nyata dari program “Masuk Napi Keluar Santri” yang digagas oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumsel, Sudirman D. Hury. Kegiatan wisuda ini bertujuan untuk memberikan bekal ilmu agama kepada para WBP santri dengan harapan agar setelah selesai menjalani masa hukuman dalam Lapas, mereka dapat kembali diterima di lingkungan masyarakat dengan bekal ilmu agama yang telah diperoleh.

Sebanyak 23 santri yang menjadi peserta wisuda ialah para WBP yang telah berhasil menghafal juz Al-Qur’an, mulai dari 30 juz, 21 juz, 11 juz, hingga 1 juz. Acara wisuda ditandai dengan pengalungan gordon wisudawan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel yang dilanjutkan dengan penyerahan kitab suci Al-Qur’an serta piagam dan bingkisan kepada para wisudawan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kepala Lapas Kelas I Palembang, dan Ketua YAZRI.

Pada saat menyampaikan sambutan, Ketua YAZRI Palembang (Sulaiman) mengatakan bahwa ini merupakan tahun kelima para WBP yang telah tahfidz Al-Qur’an diwisuda. Ia pun mengucapkan rasa syukur karena YAZRI dapat berkontribusi dalam program pembinaan dengan mendatangkan para pengajar di Lapas Kelas I Palembang. “Semoga kegiatan ini dapat menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat, serta para wisudawan tetap konsisten mengamalkan ilmu agama yang didapat setelah menyelesaikan masa pidananya di dalam Lapas,” pesannya. Ungkapan itu pun diamini oleh Kalapas Kelas I Palembang (Riyanto). Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini manifestasi dari program “Bersih-bersih 30 menit setiap hari” di Lapas/Rutan yang selalu digadang-gadangkan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (Giri Purbadi) di tiap kesempatan. Menurutnya, program tersebut tidak hanya dalam konteks bersih lingkungan saja, tetapi juga mencakup kebersihan dalam diri atau kerohanian.

Kemudian dalam sambutan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel, Sudirman D. Hury menyampaikan bahwa acara ini merupakan wisuda tahfidz tahun ketiga selama masa jabatannya sebagai Kakanwil, yaitu pada tahun 2017, 2018, dan 2019.  Menurutnya kegiatan wisuda ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi sebagai wujud rasa syukur karena para WBP telah berhasil menghafalkan Al-Qur’an, baik yang khatam 30 juz maupun baru sanggup menghafal beberapa juz saja. “Saya sangat mengapresiasi dan bangga dengan kegiatan pembinaan yang telah dilaksanakan Lapas Kelas I Palembang yang bekerja sama dengan YAZRI Palembang. Tentu ini merupakan bentuk sinergitas yang positif dalam melaksanakan pembinaan kepada WBP khususnya dalam bidang keagamaan,” terang Kakanwil.

WhatsApp Image 2019 08 15 at 16.00.11

Pimpinan tertinggi di Kanwil Kemenkumham Sumsel yang juga sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Syarikat Islam Sumsel itu menjelaskan bahwa sebagai kitab suci umat Islam, Al-Qur’an sangat berguna karena berisi firman-firman yang diturunkan melalui perantara Malaikat Jibril.

“Begitu luar biasa manfaat jika kita mengkaji lebih dalam kandungan Al-Qur’an,” kata Sudirman. “Al-Qur’an memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan manusia, yaitu sebagai petunjuk (Al-Huda) dan sebagai pemisah atau pembagi (Al-Furqon). Al-Qur’an juga dapat berfungsi sebagai obat (Al-Asyifa) bagi penyakit hati dan juga sebagai nasihat (Al-Mau’izah) karena merupakan sumber pokok ajaran agama Islam,” jelasnya. Oleh karena itu, ia mengatkan bahwa ada beberapa kewajiban umat Islam terhadap Al-Qur’an, antara lain membaca dan menghafalkannya, mempelajarinya, mengajarkannya, bahkan mengamalkannya. “Tugas kita tidak cukup hanya membacanya saja, tetapi juga harus memahami isinya. Sebab tidak hanya dengan membacanya saja kita mendapat pahala, tapi juga dengan mendengarkannya,” ujarnya lagi.

Sudirman juga mengatakan bahwa inilah salah satu manfaat dari program “Masuk Napi Keluar Santri” karena tidak hanya mengutamakan pembinaan pada saat di dalam Lapas saja, melainkan faedahnya masih dapat dirasakan setelah para WBP kembali ke lingkungan masyarakat. “Saya menghaturkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mitra yang telah mendukung program ini, khususnya Yayasan Amil Zakat PT. Pusri (YAZRI) yang selalu konsisten memberikan spirit dan semangat sehingga para WBP mampu menghafal Al-Qur’an,” ungkap Sudirman. “Selain itu, masih ada program “One Day, One Juz” yang juga dicanangkan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan, sehingga WBP lain yang belum hafidz, Insya Allah masih bisa khatam,” harapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan betapa Al-Qur’an memiliki banyak fungsi, tidak hanya bagi agama Islam, tapi juga bagi seisi dunia. Banyak hal yang bisa dipelajari seperti ilmu tasawuf hingga ilmu sejarah. Bahkan menurutnya, dengan memaknai Al-Qur’an kita dapat menyelesaikan persoalan yang pelik hingga pertikaian antar umat manusia. “Saya yakin memang efektif jika pembinaan spiritual melalui hafalan Al-Qur’an dikedepankan. Kiranya para WBP yang ingin mengajukan PB/CB minimal bisa menamatkan 1 juz,” ia berpesan. “Akhir kata, saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan tahfidz Al-Qur’an. Saya berharap semuanya dapat melestarikan dan menjaga hafalan yang telah dicapai, lebih baik lagi jika kita dapat mengkristalkannya dalam diri,” tutupnya.

Usai kegiatan wisuda, acara pun dilanjutkan dengan penampilan seni oleh para WBP yang tergabung dalam Grup Hodrah Lapas Kelas I Palembang. Selain itu juga, turut unjuk gigi para WBP dari Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, mulai dari pertunjukan tarian, grup kasidah, dan penampilan band. (sumsel.kemenkumham.go.id)

WhatsApp Image 2019 08 15 at 16.00.11
WhatsApp Image 2019 08 15 at 16.00.11
WhatsApp Image 2019 08 15 at 16.00.11
WhatsApp Image 2019 08 15 at 16.00.11
WhatsApp Image 2019 08 15 at 16.00.11
WhatsApp Image 2019 08 15 at 16.00.11
WhatsApp Image 2019 08 15 at 16.00.11
WhatsApp Image 2019 08 15 at 16.00.11
WhatsApp Image 2019 08 15 at 16.00.11
WhatsApp Image 2019 08 15 at 16.00.11
WhatsApp Image 2019 08 15 at 16.00.11
WhatsApp Image 2019 08 15 at 16.00.11