PERINGATAN HARI KESADARAN NASIONAL WUJUD NYATA PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB YANG DIAMANAHKAN KEPADA KITA.

Upacara Hari Kesadaran Nasional berupa upacara bendera yang rutin diperingati setiap tanggal 17 setiap bulan, memiliki makna yang sangat penting untuk kita semua, selain untuk memantapkan kualitas pengabdian serta meningkatkan kecintaan kepada bangsa dan negara, juga merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan kepada kita semua.

Demikian sambutan Kalapas Kelas I Palembang Riyanto, bertindak sebagai inspektur upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Upacara Lapas Kelas I Palembang (17/07/2019) yang  diikuti oleh Pejabat, Staff dan Warga Binaan Lapas Kelas I Palembang.

Pada kesempatan ini beliau menyampaikan beberapa hal, pertama pentingnya kekompakan kita dalam mewujudkan Tri Darma Petugas Pemasyarakatan yang telah di ucapkan bersama.

“Oleh karena itu saya mengajak kita semua untuk dapat memastikan bahwa apa yang telah kita ucapkan ditanamkan dalam diri dan dilaksanakan sebagaimana mestinya sesuai dengan yang terkandung dalam nilai nilai Tri Darma. meningkatkan kualitas pelayanan dasar seperti pelayanan terhadap pengunjung agar selalu memberikan pelayanan terbaik dan pelayanan terhadap warga binaan tentang pemberian remisi , CB , CMB dll demi terwujudnya WBK dan WBBM di Lapas Kelas I Palembang”.

Kedua untuk warga binaan juga harus menerapkan catur darma Narapidana bukan untuk membuat takut kepada petugas tetapi untuk meningkatkan kedisiplinan dalam diri sendiri sehingga tidak mengulang lagi perbuatan salah yang sudah dilakukan  selama ini.

Ketiga, beliau mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh aparatur yang telah berpartisipasi dalam kegitan ini, sudah meningkat pelaksanaanya semakin baik walaupun masi ada sedikit kekurangan karena kita manusia. Dan terakhir Kalapas juga mengajak WBP untuk mengunakan WARTELSUS yang sudah kita buka dan sudah dioperasikan , untung menghubungi keluarga diluar sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan kita bersama “tutupnya”.

(Arief)