Puncak Acara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-55 Lapas Kelas I Palembang.

Dalam rangka Pucak Acara Hari Bhakti Pemasyarakatan Lapas Kelas I Palembang Memberikan Hiburan Kepada Pegawai dan Warga Binaan Lapas Kelas I Palembang, ditandai dengan pemberian hadiah kepada para pemenang yang memenang beberapa perlombaan meliputi Futsal, Volly, Basket, Bulu tangkis, Tenis Meja, Adzan, Baca Al-Qur’an, DLL. (senin, 29 April 2019)

Dalam acara bertujuan untuk memberikan hiburan kepada wargaa binaan diharapan untuk warga binaan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama acara dan kedepannya. Hiburan yang akan diadakan tidak hanya dinikmati oleh warga binaan tetapi juga untuk pegawai Lapas Kelas I Palembang agar menjadi refreshing dalam pekerjaan.

Dalam sambutannya kapalas Kelas I Palembang, Riyanto meminta agar kegiatan porsenap selalu diakan setiap tahunya, Riyanto Berterimah kasih atas pelaksanaan yang sudah dilakukan berjalan dengan lancar dan juga kalapas sangat mengapresiasi terhadap warga binaan yang telah mewakili dan memenangkan perlombaan Tahfiz Al-Qur’an dan Pas Idol, masing masing juara 1 Tahfiz Al-Qur’an dan Juara 3 Pas Idol

Kalapas juga menambahkan Lapas Kelas I Palembang adalah Lapas Max Security harus bias menjadi acua lebih baik lagi untuk mendidik dan mengajarkan narapidana dalam semua kegiatan positive seperti Baca Tulis Al-Qur’an dan Karya seni Lainya

Upacara Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-55 di Lapas Kelas I Palembang

palembang, 27 April 2019

Lembaga Kelas I Palembang melaksanakan Upacara Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 55 pada 27 April 2019

Upacara hari Bhakti Pemasyarakatan yang dilaksanakan pagi ini berjalan dengan khidmat, aman dan tertib. Di ikuti jajaran Penjabat, Staff, dan Warga Binaan.

Upacara diawali dengan laporan dari laporan perwira upacara kepada inspektur upacara dan dilanjutkan laporan komandan upacra kepada inspektur upacara.

dalam kata sambutannya inspektur upacara menyampaikan “segal puji dan syukur tak henti-hentinya kita panjatkan ke hadirat tuhan yang Maha Kuasa. karena hanya dengan kasih-nya, sampai pada saat ini Institusi Pemasyarakatan, mampu berdiri tegak menunaikan tugas dan pengabdianya kepada bangsa dan negara tercinta. pada pagi ii kita masi diberkati dan menpadat perkenan untuk melaksanakan Hari Bhakti Pemasyarakan ke-55 secara serentak dari Sabang sampai Marauke. dalam suasana sederhana namun khidmat.

pada penutupannya inspektur upacara menyampaikan “seluruh rangkaian Bakti Pemasyarakatan telah kita lalui. dan hari ini adalah puncak kegiatan bakti pemasyarakatan ke-55, untuk itu, kepada seluruh keluarga besar pemasyarakatan saya ucapkan DIRGAHAYU PEMASYARAKATAN.

Warga Binaan Lapas Kelas I Palembang Antusiasme mengikuti Pemilu 2019.

Palembang , Rabu 17 April 2019


Lembaga Pemasyarakat Kelas I Palembang melaksanakan kegiatan pemilu serentak yang jatuh pada hari rabu 17 April 2019.

Atntusiasme Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sangat dirasakan saat pelaksaan berlangsung, seluruh Warga Binaan Pemasyarakat yang telah mendapat undangan untuk melakukan pemilihan umum berbondong-bondong datang ke TPS 14 dan 15 untuk melakukan pemilihan

Syamsudin selaku Ketua TPS 14 sangat menapresiasi Antusiasme WBP untuk melakukan pemilihan umum serentak tahun ini. Saat ditemu syamsudin mengatakan “Semoga Warga Binaan dapat menyalurkan apresiasi terhada kemajuan bangsa dengan adanya kegiatan kegiatan Pemilu hari ini. Semoga proses kegiatan pemilu ini berjalan dengan lancar dan tertib”.

Andi selaku Warga Binaan Pemasyrakatan mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan pemilu yang ada di Lembaga Pemasyarakat Kelas I Palembang, Andi juga menambahkan “harapan saya semoga hasil dari pemilu hari ini dapat menentukan calon pemimpin yang diinginkan masyarakat dan dapat membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi kedepannya”.

editor : (M.Arief)

Lapas Kelas I Palembang, Siap Melaksanakan Pemilu 2019

Palembang , 15 April 2019 ,-

Dalam rangka akan diadakanya Pemilu Rabu, 17 April 2019, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang  ikut melaksanakan pemilu yang akan diadakan di Lapas Kelas I Palembang.

Dalam pemilihan umum 17 April nanti Lapas Kelas I Palembang telah mempersiapkan apa saja untuk mensukseskan pemilu meliputi : sarana dan prasarana, Petugas Keamanan, Surat Suara, dsb

Dalam pengarahannya, Kalapas Kelas I Palembang menyampaikan sikap Netralitas Antar Pegawai, maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk tidak memihak calon manapun, dan segala persiapan untuk dilaksanakan dengan baik tanpa adanya kecurangan. Kalapas Juga menyampaikan seluruh petugas pemilu 2019 untuk tepat waktu dan melaksanakan kegiatan seusai prosedur yang sudah dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sampai hari ini, persiapan untuk pemilu 2019 sudah mencapai 90 persen sehingga pelaksanaanya diharapkan nanti berjalan sesuai yang diinginkan. Sampai saat ini Lapas Kelas I Palembang menyiapkan 2 TPS (TPS 14 dan TPS 15). Meliputi TPS 14 : 276 DPT dengan 1 orang Ketua, 6 orang Anggota dan 2 orang Hansip serta  TPS 15 : 255 DPT dengan 1 orang Ketua, 6 orang Anggota dan 2 orang Hansip. (M.Arief)

Pembukaan Porsenap di Lapas Klas 1 Palembang

Palembang , Sabtu 13 April 2019 –

Dalam memperingati hari Bhakti Pemasyarkatan ke-55 tahun 2019 Lembaga pemasyrakatan Klas 1 palembang mengadakan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (Porsenap) , dalam kegiatan penuh khidmat yang rutin yang dilakukan Lapas Klas 1 Palembang setiap tahunnya ini diharapkan narapidana ikut berpatisipasi untuk menyuarakan semangat dalam berolahraga dan seni , adapun beberapa lombah yang akan diadakan selama 1 minggu meliputi lomba volly , basket , futsal , bulu tangkis , adzan , dsb.

dalam pembukaan yang dilakukan pada tanggal 13 april 2019 yang diikuti pejabat , staff , dan narapidana Lapas Klas 1 Palembang Kalapas Klas 1 , Kalapas Lapas Klas 1 Palembang Riyanto,Bc.I.P.,S.H. menyampaikan seruan “LAMETA MANTAP” yang berarti Lembaga Pemasryarakatan Klas 1 Merah Mata Palembang Maju , Aman , Nyaman , Tertib , Agamis dan Prima . Kalapas juga menambahkan melalui pekan olahraga dan seni dapat dijadikan ajang silahturahmi , mempererat persatuan , melatih sportivitas selama melaksanakan kegiatan posenap

Editor : Arief

LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 PALEMBANG ADAKAN UPACARA PEMBUKAAN PORSENI WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP)

PALEMBANG. – Lembaga pemasyarakatan kelas 1 palembang menggelar upacara pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) antar warga binaan pemasyarakatan di lapangan olahraga lapas kelas 1 palembang, Sabtu, (13/4/2019).

Pekan olahraga ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemasyarakatan Ke-55 tahun 2019 yang jatuh pada 27 April mendatang.

Upacara dipimpin oleh kepala LAPAS kelas 1 palembang, Riyanto dan diikuti seluruh pejabat struktural, petugas dan warga binaan pemasyarakatan.

Riyanto dalam sambutanya menyampaikan kompetisi olahraga merupakan sebuah ajang yang tentu harus menjunjung tinggi nilai sportifitas serta dapat dijadikan sebagai wadah mempererat tali silaturahmi.

Sehingga harmonisasi keakraban, persaudaraan antar petugas dan warga binaan tetap terjaga tanpa mengesampingkan semangat dalam berkompetisi.

“Saya  mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh petugas maupun warga binaan hingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” sebutnya.

Ia berpesan selama kegiatan berlangsung  tetap  menjaga keamanan dan ketertiban.

Kalah menang dalam sebuah kompetisi bukanlah tujuan akhir, yang terpenting adalah bagaimana menjaga sportivitas, karena sejatinya kita semua adalah pemenang.

” Selamat bertanding, dan jayalah selalu Pemasyarakatan.” Ujarnya sekaligus membuka pekan olahraga Warga Binaan Pemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT Pemasyarakatan Ke-55,” ujarnya. (Ahmad)

Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Palembang Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj dan Doa Bersama Melalui Video Teleconference Seluruh Indonesia

PALEMBANG. Warga Binaan Pemasyarakatan( WBP) bersama dengan Petugas Lembaga pemasyarakatan kelas 1 palembang Jum’at 12 April 2019 beramai-ramai menuju Masjid AT-Taubah untuk mengikuti kegiatan Isra’ Mi’raj dan Doa bersama melalui teleconference yang langsung disiarkan dari Ditjenpas. Kegiatan ini menghadirkan Imam besar Masjid Istiqlal KH. Nazaruddin Umar, beliau dipekenankan memberikan tausiah kepada WBP dan Petugas Pemasyarakatan seluruh Indonesia, dalam kesempatannya beliau menekankan kesabaran dalam menjalani ujian di Lapas atau Rutan, “Penjara merupakan tempat untuk menebus dosa dan kesalahan kita, bukan tempat akhir dari segalanya, jalani dengan sabar dan ikhlas, belum tentu orang diluar sana lebih baik atau lebih mulia dari kita yang berada dipenjara, mungkin sebagian orang menganggap kita pendosa, tapi jangan berputus asa dari rahmat Allah SWT karena keampunan dan rahmat Allah SWT jauh lebih besar, begitu pula dengan Petugas Pemasyarakatan juga merupakan pekerjaan yang mulia karena bertujuan membina dan membimbing Warga Binaan agar menjadi lebih baik, mungkin orang-orang tidak mengenal kita didunia, tapi insyaAllah akan dikenal dilangit, “tambah beliau. (Ahmad)

Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Palembang Melaksanakan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 H Di Masjid At-Taubah

PALEMBANG – Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting bagi kehidupan Nabi Muhammad dan juga umat Islam. Peristiwa ini sarat akan hikmah atau pelajaran yang dapat diambil dan sesuai dengan masa kini.

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad S.A.W 1440H/2019M dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Kelas I Palembang pada hari ini Kamis (11/4).

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Riyanto (Kalapas), Ustadz Muh. Awwab Alfatoni (Penceramah), Pejabat Struktural dan pegawai serta ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas 1 Palembang.

Dalam sambutannya Kalapas berpesan bahwa salah satu makna yang mendalam dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yaitu untuk melaksanakan perintah sholat 5 waktu. Adalah perintah Allah SWT bagi insan-insan yang beriman sebagai suatu keharusan yang wajib dilaksanakan. “Oleh karenanya mari kita tingkatkan ibadah sholat kita di masjid yang kita banggakan ini” tambahnya.

Ustadz Muh. Awwab Alfatoni menyampaikan ceramahnya bahwa perjalanan Isra Mi’raj ditempuh dalam waktu yang sangat singkat, telah diperlihatkan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Dimana jika Allah mempunyai kehendak maka semuanya tunduk dan patuh terhadap perintah kodrat dan iradat Allah SWT.

Pelaksanaan kegiatan Isra Mi’raj selalu rutin dilaksanakan di Masjid
At Taubah Lapas Kelas I Palembang , untuk peningkatan keimanan dan menjaga kebersamaan sebagai wujud program pembinaan kepribadian WBP.

Isra Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab, kalender Hijriah dan diperingati setiap tahunnya. Tahun ini, 27 Rajab jatuh pada Kamis (11/4).

Pada Isra Mi’raj Nabi Muhammad melakukan perjalanan di malam hari dari Mekkah ke Baitul Maqdis, Palestina hingga langit ke tujuh atau Sidratul Muntaha.  Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-delapan kenabian Rasulullah. 

sebelum Isra Mi’raj Nabi Muhammad mendapatkan beberapa cobaan dan dilanda kesedihan. Nabi Muhammad ditinggalkan oleh orang yang dicintainya yakni istrinya Khadijah dan orang yang selalu membelanya yakni sang paman Abu Thalib. Tahun ini bahkan dijuluki ‘amul huzni yang berarti tahun kesedihan.

Allah SWT lalu menghibur Muhammad melalui Isra Mi’raj. Perjalanan ini seolah memberi pesan bahwa setelah cobaan yang berat ada kemuliaan yang menanti. 

“Allah mencintai orang yang ikhlas. Isra Mi’raj merupakan karunia yang tidak umum, tidak semua hamba Allah mengalami perjumpaan langsung denganNya.

Saat Isra Mi’raj, Nabi Muhammad melakukan bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram, Makkah ke Masjidil Aqsha, Palestina. Dalam perjalanan ini Nabi singgah di beberapa lokasi untuk melakukan salat dua rakaat.

Setelah itu, Nabi Muhammad diangkat menuju Baitul Maqdis di langit ketujuh. Saat naik ke langit, Nabi bertemu dengan para malaikat dan nabi-nabi terdahulu. Nabi Muhammad juga menjumpai banyak peristiwa penting. 

Di antaranya, Nabi Muhammad ditawari minuman susu dan khamar. Nabi lantas memilih susu.

“Itu artinya Rasul menyukai hal yang suci, menyehatkan dan bersih.

Di tengah perjalanan ada pula panggilan setan dan iblis serta perempuan yang diibaratkan sebagai godaan dan ujian di dunia. Ada pula peristiwa saat Nabi Muhammad diperlihatkan sekelompok orang yang menggunting lidahnya sendiri. 

“Itu merupakan kelompok alim ulama atau penceramah dan juga orang yang ahli berbicara, tapi dia tidak melakukan apa yang dibicarakannya. Ini sesuai dengan konteks hari ini. Orang yang seperti itu masuk dalam golongan orang yang menggunting lidahnya sendiri.

Saat tiba di Sidratul Muntaha, Muhammad menerima perintah salat pertama kali yakni 50 waktu. Muhammad menerima perintah itu, tapi ia diperingatkan oleh nabi-nabi terdahulu untuk meminta keringanan dan memperhatikan keadaan umat. Akhirnya Nabi Muhammad meminta keringanan perintah salat menjadi lima waktu dalam sehari.

“Saat itu, Rasul masih diminta untuk kembali meminta keringanan. Tapi, beliau tetap berprinsip. Jadi, generasi sekarang pun harusnya tetap mendengarkan nasihat orang terdahulu, tetapi juga memiliki prinsip.

Selain itu, saat bertemu dengan Allah, Muhammad menunjukkan hormat dengan membaca awalan doa tahiyat. Allah lalu membalas salam itu dengan memberikan keselamatan dan rahmat kepada Muhammad. Nabi Muhammad kembali membalas dengan mengucapkan doa untuk seluruh hamba yang saleh.

“Rasul membacakan doa untuk umatnya. Artinya tidak egois, tetap memperhatikan umatnya. (Ahmad)

Pendampingan dari Tim Kanwil Kemenkumham dipimpin oleh Bapak Kadivpas demi membangun Zona Intergitas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang

PALEMBANG Rabu, 10 April 2019 . Pendampingan dari Tim Kanwil Kemenkumham dipimpin oleh Bapak Kadivpas demi membangun Zona Intergitas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang . (ahm)

Jaga Jiwa dan Tubuh Sehat WBP, Lapas Palembang Adakan Kegiatan Senam WBP

PALEMBANG – Sehat merupakan salah satu nikmat dari sekian nikmat paling terindah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, jika diri kita sudah sakit maka aktivitas apapun seperti sudah tidak berarti lagi. Dalam menunjang kesehatan pada tubuh setiap manusia hal yang perlu diperhatikan antara lain pola makan, pola hidup dan olahraga yang teratur.

Salah satu olahraga yang dianjurkan untuk menciptakan tubuh yang sehat adalah senam, dengan melakukan senam dipagi hari maka tubuh kita akan terasa lebih sehat dan bugar, sehingga segala aktifitas dapat berjalan dengan baik dan nikmat

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan jiwa yang sehat dan tubuh yang bugar bagi Warga Binaan Pemasyarakatan serta menjalin silaturahmi baik antar Warga Binaan Pemasyarakatan Kelas I Palembang maupun dengan Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang dan juga sebagai sarana hiburan untuk menghilangkan rasa jenuh selama menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang. (AHM)

1 2