Profil Lapas

Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Palembang merupakan satu-satunya Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) ini diresmikan penggunaannya pada tahun 1978. Berdiri di atas tanah seluas 42.500 m² dengan daya tampung (kapasitas) hunian sebanyak: 500 orang.
Peningkatan jumlah WBP di Lapas Kelas 1 Palembang tidak diimbangi dengan peningkatan sarana dan prasarana, sehingga kelebihan kapasitas menimbulkan berbagai macam aspek negatif yang berakibat kurang tercapainya tujuan dari system Pemasyarakatan.
Sejak tahun 2003 Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia berupaya membangun lapas yang diharapkan dapat mengatasi lebihnya kapasitas WBP, sehingga pada bulan juli 2003 dimulai pembangunan Lapas Kelas 1 Palembang yang terletak di Merah Mata yang berjarak ±30 Km Sebelah timur dari kota Palembang.
Berdasarkan dengan surat Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum Dan HAM Sumatera Selatan No. W5.PK.01.01.01-0185 tanggal 19 januari 2011 Perihal pelaksanaan pemindahaan bertahap dari Pakjo ke Merah Mata, maka pada tanggal 28 januari 2011 dilakukan pemindahan perdana kemudian pada tanggal 31 januari 2011 Lapas Kelas 1 Palembang di Merah Mata di resmikan oleh Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar yang bertepatan dengan peresmian Law Centre. Proses pemindahan berakhir pada tanggal 7 maret 2011.
Gedung Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Palembang terdiri dari:
 Ruang Perkantoran (Ruang Tata Usaha, Umum, Kepegawaian & Keuangan, Pertemuan, Kalapas, Adm. Kamtib, Keamanan, Portatib Kegiatan Kerja, Bimker& Lolahasker, Ruang Besukan, Warung Informasi, KPLP, P2U, Binadik, Register, Bimaswat, Komandan dan Dapur).
 Blok Hunian terdiri dari 2 sektor, Sektor A untuk warga binaan narkotika dan sektor B khusus warga binaan Kriminal
 Ruang Ibadah, Ruang Pertemuan, Koperasi, Bimker, Perpustakaan, Ruang Poliklinik dan Gudang.